Posts

Showing posts with the label Sajak

titik tanpa jalan pulang

kubuka kedua mata dan kulihat bahwa aku, berada di salah satu tepi jembatan dengan birai dari hati setua pijakannya yang nampak dapat rapuh kapan saja tak mau aku menatap ke bawah takut untuk tahu betapa tinggi aku berada sementara aku masihlah begini saja "candala," seekor kucing candramala berkata aku bertanya-tanya, "bagaimana bisa kucing bicara?" tapi dirinya tak menjawab ia menapakkan kakinya pada jembatan "ikut aku, sayang." namun aku segan kutatap ujung jembatan dan samar-samar aku bisa melihat seseorang yang kukenal dekat dia melambai-lambaikan tangannya, sebuah isyarat yang bermakna maka kujejakkan kaki kanan aku akan datang dan takkan kembali pulang

papan-papan suasana hati

Image
aku tatap layar laptop layarnya nyala terang; silau! lampu yang lain padam, karna  sudah malam. gelap-gelap gulita, gegap gempita? aku tunggu bunyi tingnung! tanda pesan dari kamu tapi kok gak muncul-muncul? aku bingung. tapi, ya, udah. itu bukan akhir dunia. hahaha hehehe.

aku ingin (2)

bahagia lulus sma dengan ijazah yang baik masuk ptn yang diinginkan tidur makan bahagia kamu tidak harus ke sekolah di hari senin tidak harus ulangan fisika pada hari rabu ini tidur aku berhasil lulus sma dengan ijazah yang baik, masuk ptn yang diinginkan, tidak harus ke sekolah di hari senin, dan tidak harus ulangan fisika pada hari rabu ini. aku sudah makan dan tidur yang cukup. dan aku bahagia. tapi aku masih menginginkanmu. tidak usah jadi milikku, cukup ada di sisiku saja. aku tidak lagi ingin tenggelam dan melupakanmu untuk selamanya. biar aku mengingatmu sebagai kenangan yang baik, menyimpanmu dekat di jantung hati. untuk selamanya. selamanya.

Terkadang

Hatiku berdegup Bukan karena kamu Tapi karena aku Masih hidup Bernapas, dan hidup Aku hidup Dan bukan karena kamu Namun terkadang Ada waktu dimana Aku rasa Bahwa jantungku berdetak Terlalu cepat Setiap kamu ada Di sampingku, nyata Begitu nyata Namun juga tidak

Ruang Tunggu.

Image
Digambar berdasarkan "Ruang Tunggu" yang dipamerkan di ouTline. Aku nunggu.

aku ingin

bahagia lulus sma dengan ijazah yang baik masuk ptn yang diinginkan tidur makan bahagia kamu tidak harus ke sekolah di hari senin tidak harus ulangan fisika pada hari rabu ini tidur tapi daripada semua itu, sebenarnya, aku ingin tenggelam dan melupakanmu untuk selamanya. selamanya.

Tuhan,

aku berasal dari keluarga miskin sehari-hari, jika beruntung kami bisa makan tahu dan tempe aku, Ayah, dan Ibu- kami adalah trio

Pahlawanku

Biar aku yang bertepuk tangan setiap dirimu lewat, biar kamu jadi pahlawanku Maka, ketika kupanggil namamu tiga kali, segeralah datang padaku Karena aku membutuhkanmu

:')

Untuk dirimu yang terus berlalu Kumohon, jangan berlari terlalu cepat Aku masih belum bisa mengejarmu Bersantailah barang sejenak Agar aku dapat mencapaimu Meski hanya satu senti lebih dekat Itu sudah lebih dari cukup Karenanya, waktu Berhentilah untuk aku Aku belum ingin esok datang PR aku masih numpuk:((

namun aku

terlalu banyak bermain api membakar asmara menjaring kasih menangkap angan meraih mimpi bohong, putus asa, dan tolol   merajut katun omong kosong jatuh untuk terlalu sering lalu tenggelam terlalu d   a     l      a        m           .            .             .

Kita Beda, Kita Sama

Image
Comic version for anyone with slow internet connection. There are video-exclusive contents though, haha. Sorry that it's not made in English. Here's the translation (I'd be glad if anyone would pinpoint if I made any mistake):

Dirinya berkata,

Ada hal yang tidak bisa kuceritakan kepada siapapun, kepada apapun. Yang bila digambarkan dengan kata-kata, akan hilang keajaibannya.

Terbang

Image
Aku melompat.

Suka

Suka. Aku suka. Sangat suka. Saking sukanya, aku jadi seperti orang gila. Sering tersenyum sendiri, tertawa sendiri. Suka. Aku suka. Sangat suka. Aku ingin memilikimu. Ya, hanya untukku seorang. Suka. Aku suka. Sangat suka. Kau bahkan hadir di mimpiku. Kau selalu bersamaku. Suka. Aku suka. Sangat suka. Aku tak akan membiarkan orang lain menyakitimu. Tidak akan pernah. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tapi kenapa kau tidak mengerti diriku? Kau malah menjauhiku. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tapi bukannya aku ingin kau untuk mengerti aku, tidak. Aku hanya ingin bersamamu, di sampingmu. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tidak apa, pergilah. Karena aku akan selalu menunggumu. Suka. Aku suka. Sangat suka.

Siapa...?

Siapa aku? Aku bukan siapa-siapa. Siapa dirinya? Dirinya adalah orang yang membuatku menjadi 'aku'. Begitu pula diriku. Diriku membuatnya menjadi 'dia'. Siapa kita? Kita, adalah 'aku' dan 'dia'. Kita bersama. Dan semoga, untuk selamanya.

Sekrup Emas

Kalau boleh. Kalau. … Satu. Dua. Tiga. … Tidak berjalan. Lagi, kembali diputar. Sekrup emas milikku. Tapi, tak ada yang berubah. … Aku tak boleh percaya. Meski bukti sudah di depan mata, aku tak boleh percaya. Karena aku baru melihatnya, bukan merasa. Takdir yang tertulis di garis tanganku adalah kebutaan. Sementara apa yang kulakukan sehari-hari hanyalah kebisuan. Tersenyum, menanis, dan amarah merupakan keheningan. Karena terus memasang topeng, aku bisa tertawa—menertawakannya. Tapi apa yang sebenarnya kurasa? … Kalau bisa meminta kesempatan kedua, aku mungkin tak akan mengambilnya. Karena aku adalah aku, apa yang aku lakukan di masa lalu membuatku seperti ini. Menikmati mimpi yang sementara, terus berjalan di antara tuts-tuts kehidupan. Mencoba melompat, tapi akhirnya jatuh terperosok. Menari, dan ujung-ujungnya aku menabrak tembok karena tidak melihat ke arah mana aku berlari. Langit yang sama, awan ...

Di sebelahmu

Aku duduk di sini, di sebelahmu Sambil mengandai-ngandai, memandangmu Dalam diam, aku menunggu Hingga aku memulainya, berbicara padamu

Confession

I don’t want to say ‘good bye’ Because I don’t want us to be apart And I won’t say ‘sorry’ Because I don’t feel sorry at all And I think I’m not at fault You can say that I’m a bad girl And you can say I’m such a selfish person But I won’t care I would never care, ever Why, you say I already told you the reason End, you say No, it’s only the new beginning Thank you would be enough, I hope Because my tears won’t stop Only that two words I can say Because I don’t think my voice is left anymore Your kindness Your gentle, warm hand Your soft, sweet voice I can’t forget it all Since the first time, I knew that you would be special But who knows that you would be too special? You’re much, much more special The times that I’ve spent with you… The memories that we made together… All the laugh, all the cries, And all the love… Thank you so much

Menulis

Aku menulis untuk aku. Bukan kamu. Aku menulis dengan jariku. Bukan kamu. Aku menulis bersama aku. Bukan kamu. Tapi mengapa kau yang selalu mengomentarinya? Aku menulis untuk diriku sendiri. Mencurahkan segala isi hati juga ide. Yang sudah lama terbendung di kepala. Tapi tak merengek minta keluar. Aku menulis dengan jariku, pikiranku, dan macam-macam lainnya yang punya aku. Lalu berhenti untuk berpikir. Mencari inspirasi lagi. Dan menulis lagi. Aku menulis bersama saya. Dengan huruf sebagai teman. Dan kertas sebagai sahabat. Juga pensil yang kukenal akrab. Aku menulis bukan untukmu. Bukan juga denganmu. Itu berarti aku tidak bersamamu. Tapi bukan berarti aku tak suka komentarmu.