Posts

Showing posts with the label Puisi/Poem

Ketika Nanti

Image
Sebuah sajak tentang perpisahan.

Suka

Suka. Aku suka. Sangat suka. Saking sukanya, aku jadi seperti orang gila. Sering tersenyum sendiri, tertawa sendiri. Suka. Aku suka. Sangat suka. Aku ingin memilikimu. Ya, hanya untukku seorang. Suka. Aku suka. Sangat suka. Kau bahkan hadir di mimpiku. Kau selalu bersamaku. Suka. Aku suka. Sangat suka. Aku tak akan membiarkan orang lain menyakitimu. Tidak akan pernah. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tapi kenapa kau tidak mengerti diriku? Kau malah menjauhiku. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tapi bukannya aku ingin kau untuk mengerti aku, tidak. Aku hanya ingin bersamamu, di sampingmu. Suka. Aku suka. Sangat suka. Tidak apa, pergilah. Karena aku akan selalu menunggumu. Suka. Aku suka. Sangat suka.

Takut

Aku takut.

Confession

I don’t want to say ‘good bye’ Because I don’t want us to be apart And I won’t say ‘sorry’ Because I don’t feel sorry at all And I think I’m not at fault You can say that I’m a bad girl And you can say I’m such a selfish person But I won’t care I would never care, ever Why, you say I already told you the reason End, you say No, it’s only the new beginning Thank you would be enough, I hope Because my tears won’t stop Only that two words I can say Because I don’t think my voice is left anymore Your kindness Your gentle, warm hand Your soft, sweet voice I can’t forget it all Since the first time, I knew that you would be special But who knows that you would be too special? You’re much, much more special The times that I’ve spent with you… The memories that we made together… All the laugh, all the cries, And all the love… Thank you so much

Senyum

Pertama kali kumelihat Senyum janggal itu diwajahmu Dimana senyummu yang dulu? Penuh ketulusan Penuh keikhlasan Sekali lagi kumelihat Senyum janggal terakhirmu Dengan mata yang tertutup

Bosan

Bosan. Angin selalu saja mengatakan hal yang sama. Sementara kucing itu tertawakan aku. Bosan. Tak adakah yang bisa dilakukan? Penat dan pekat yang menjijikan perlahan menggerogoti waktu Bosan. Air mata tak bisa berhenti Gelak tawa juga menyakitkan Bosan. Aku bosan Sementara orang aneh terus berlari rebutkan hal yang tak penting Bosan. BOSAN ! aku bosan dengan hidup ini tapi aku juga tak ingin mati

Malam

Malam Aku membuka mataku  kemarin malam dan melihatmu sendiri di sana Berjalan di tepi pantai, mengabaikan air yang ‘trus menggelitik Kau tetap berjalan, memandang lurus ke bintang yang tak tampak Tatapanmu sendu Kedinginankah engkau? Kesepiankah engkau? Kau tak menjawab melainkan tersenyum Menyaingi bualan sang bulan yang merindu Hentikan! Jangan kau kekang amarah yang kau kenang Bebaskanlah perasaan yang dipendam Agar bisa merasakan kedamaian nan tentram Tahukah kau? Malam ini angin berbisik kecil Pun air tak menguping, Ia ‘kan slalu jadi saksi