Bunga, Memori, dan Dunia
Kebahagiaan yang telah berubah, terbang dengan kegelapan.
Terbuang di tempat berwarna merah yang penuh dengan hukum
karma.
Apa masih ada harapan setelah semua terganti seperti ini?
Tersesat di kesedihan, aku masih mencoba untuk berdiri
dan berlari.
Hingga akhirnya, kutemui jalan buntu.
Kehilangan dalam pikiran diri sendiri, aku menyadari satu
hal.
Di sini pun aku sendiri….
Apa aku akan selalu sendirian?
Bunga yang berlumuran dengan memori penuh darah,
Terus terulang di pikiranku tanpa henti,
Penuh penyesalan yang menggambarkan penderitaan,
Menimbulkan keheningan yang takkan pernah pergi.
Dan angin dingin pun terus berhembus,
Menyesakkan diriku dengan hal-hal kejam yang mungkin
kembali.
Bak rute yang diulang, aku kembali memimpikan bayangan
hitam putih tanpa akhir.
Sementara pertanyaan yang tak terjawab dibiarkan begitu
saja,
Karena memang diabaikan sejak dulu.
Tapi apa begini baik-baik saja?
Apa jalan yang kupilih ini hanya akan membuatku semakin
tersesat?
Sumpah yang lenyap tak berbekas ini, serasa menarikku
semakin dalam.
Bunga-bunga yang hitam kelam itu serasa mengejekku.
Kekosongan memori yang belum pernah kurasakan,
Pada akhirnya kurasakan,
Dan membuatku semakin sengsara.
Bunga-bunga yang selalu bermekaran,
Pada akhirnya pun akan layu,
Karena di taman ini pun, cahaya tak terlihat sama sekali.
Kacau. Bahaya.
Dunia yang sudah membusuk sejak lama ini,
Rasanya lebih baik hilang, bukan?
Kini yang tersisa di tanganku hanyalah abu dari
bunga-bunga tersebut,
Dan tanpa alasan, bencana yang memang sering menimpaku,
Membuat diriku menjadi orang serba salah.
Kebenaran yang tiba-tiba berubah menjadi kebohongan.
Dan hal-hal buruk yang ternyata adalah hal-hal baik.
Juga semua orang jahat yang terlihat benar.
Ada apa dengan dunia ini?
Comments
Post a Comment